Posted on

WE ARE NOT A SWISS ARMY KNIFE! Fenomena Dalam Profesi Disain Grafis

“Di cari seorang tukang bakso, syarat-syarat punya gerobak sendiri, berani buka usaha sendiri, punya modal sendiri….wah ini sih sama aja dagang sendiri…”

Dialog di atas adalah lawakan populer Warkop DKI yang sangat ngetop di era 80-an. Mereka mentertawakan fenomena iklan lowongan kerja di media masa waktu itu yang sudah mulai mensyaratkan macam-macam ketrampilan bagi pelamar. Kadang-kadang syarat-syarat itu demikian beratnya seperti misalnya pengalaman kerja di atas 3 tahun, punya kendaraan sendiri dan sebagainya. Sebagai pelawak yang juga mahasiswa dan sekaligus calon tenaga kerja, mereka menyadari bahwa syarat-syarat seperti itu tentunya akan sulit di penuhi oleh mereka yang baru lulus dan belum punya pengalaman.

Sekarang, walau tidak sama persis muncul fenomena yang sama di dunia disain grafis. Cermatilah iklan-iklan lowongan kerja bagi disainer grafis, memang tidak ada tuntutan memiliki kendaraan tetapi disainer grafis muda mutlak memiliki sejumlah ketrampilan yang kadang-kadang tidak masuk akal. Ambil contoh iklan di bawah ini:

Dibutuhkan seorang Disainer Grafis dengan syarat-syarat:

Memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun,
Dapat membuat gambar illustrasi freehand,
Menguasai komputer Macintosh dan aplikasi Corel Draw, Freehand, Illustrator, Photoshop, Dream Weaver, Flash dan 3D Studio Max.
Mampu membuat artwork, dan disain untuk web dan mengerti proses cetak.
Memiliki ide disain dan kreatifitas yang tinggi.
Sanggup bekerja keras dan lembur bila diperlukan.

Sebuah iklan yang segera menciutkan nyali disainer-disainer grafis muda yang berbakat tapi belum memiliki pengalaman kerja dan baru mempunyai pengetahuan komputer tingkat dasar saja. Bahkan seorang rekan saya sesama pengajar sering mengirimkan surat kepada pemasang iklan semacam ini. Bukan untuk melamar – karena dia sudah memiliki bisnis sendiri di bidang disain audio visual – tapi mencoba memberi pengertian kepada pemasang iklan, bahwa iklannya salah. Yang di cari bukan seorang disain grafis tapi sebilah pisau tentara swiss!

Ya Pisau tentara swiss atau lebih di kenal sebagai Swiss Army Knife, tentunya di rancang oleh seorang disainer, memiliki berbagai fungsi yang kadang mencapai seratus fungsi. Sebuah biro yang mencari disainer serba bisa masih terbilang wajar tetapi mencari seorang disainer yang bisa multi fungsi seperti sebilah swiss army knife adalah sebuah hal yang terlampau muluk.

Mengapa timbul iklan seperti itu? Alasan utamanya adalah adanya prinsip “Amogada” (Apa loe mau gua ada). Biro disain yang menggunakan prinsip ini jelas-jelas akan menomerduakan ide kreatif dan strategi komunikasi karena yang penting banyaknya order, yang penting kuantitas produk bukan kualitas. Untuk itu mereka perlu memperkerjakan disainer yang multi fungsi, kalau perlu bisa merangkap jadi sekretaris dan kurir sekaligus. Banyak kah biro semacam ini? Sedihnya jumlahnya luar biasa banyak, merekalah yang bersedia melakukan free pitching, piracy, mencuri ide dan tentu tidak mengenal etika bisnis dan profesi. Mengapa mereka tetap ada? Jawabannya mudah karena ada insan disainer yang mendukungnya. Siapa mereka? Jawabannya lebih mudah lagi…kita semua.

About dombapencerita

http://dooid.me/indrakusumaputra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s